Sabtu, 02 Juni 2012

setuju Ujian Nasional ?

Coba bayangkan, bandingkan dan renungkan setelah anda membaca artikel ini http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/499423/ oke, setelah membacanya saya mulai menulis tulisan ini..
Expresi ketika menghadapi putus cinta Ujian Nasional

Memang benar, apa yang ada di artikel tersebut pernah saya alami juga, dan memang harus dialami oleh anak-anak seindonesia raya, gimana enggak? ketika kita sudah berada di tingkat 3 atau tingkat akhir sekolah kita selalu dihadapkan dengan yang namanya UAN/ujian akhir nasional.. walaupun saya sudah agak lupa gimana rasanya karena kejadiannya sudah 5 tahun yang lalu, saya coba akan jelaskan dan coba mengungkapkan kembali secara tajam setajam alat cukur ketek SILET. 

yang jadi pertanyaan adalah KENAPA HARUS ADA UAN -___-" yang dirasakan pertama kali ketika kita menghadapi uan adalah kecenderungan gelisah.. entah ini karena saya sebagai anak bodoh atau apa.. tetapi kenyataan nya memang begitu, dulu mama pernah bilang

 "kalau kamu pintar kamu gakan gelisah ketika menghadapi UAN" 

Tapi saya tanyakan sama yang pintar juga tetep aja mereka degdegan dan gelisah -___-" dan yang menarik disini adalah beberapa hal yang menarik terjadi sebelum uan.. semisal berdoa bareng, solat bareng di mesjid sekolah biar ujiannya lancar.. ada yang ampe nangis nangis histeris banget, ada juga yang saling maaf-maafan. memang semua kegiatan diatas itu baik, tapi yang saya sesalkan adalah sifatnya yang instan. Ketika mereka sudah lulus mereka seakan lupa akan masa-masa doanya, ada yang coret-coret baju, ada yang konvoi kebut-kebutan di jalan, dan malah ada yang melakukan pesta-pesta terlarang.. menurut saya ini terjadi karena mereka sudah lepas dari kegelisahan yang dibuat oleh sekolah ketika suasana sebelum UAN.

Seorang siswi minta tolong polisi buat coretin bajunya
 ketika dirajia polisi karna aksi coret2an -__-"


tuh kan.. kayak gambar diatas.. itu kejadiannya di garut.. saya nemu dari blog sebelah. udah UAN mereka langsung corat-coret baju, lebih anehnya lagi polisi ikutan nyoretin. Alangkah baiknya begitu lulus baju yang kita kenakan dapat disumbangkan untuk orang yang tidak mampu, dulu saya pernah mengalami masa-masa ini tapi untung saya tidak sampai mencoret-coret baju. Dan ada satu hal yang gak saya ngerti, yaitu fenomena KESURUPAN , jadi waktu UAN tahun ini, saya lihat di berita TV nasional ada tragedi kesurupan saat ujian nasional berlangsung di daerah jawa timur, yang lebih mengherankan adalah ketika kesurupan siswi tersebut mengerjakan jawabannya tanpa melihat soal. FREAK banget menurut aku, dan ini gak logis.. malah sang guru ikut menemani siswi yang kesurupan tersebut untuk menyelesaikan soal-soal UAN tanpa melihat soal -___-". penasaran sama nilainya tuh, gak liat soal tapi bisa ngerjain isiannya. ada juga yang Gagal UAN gara-gara kesurupan


nah seperti video diatas, kejadiannya di blitar. seorang siswi histeris dan kesurupan ketika akan berangkat untuk UAN di pagi hari, sehingga dia tidak bisa mengikuti UAN. Dan yang saya sorot disini adalah fenomena kesurupan yang bikin saya heran, setahu saya kesurupan hanya ada di indonesia. saya belum pernah mendengar kesurupan terjadi di jepang atau amerika. Menurut saya fenomena kesurupan ini adalah hubungannya dengan mental seseorang, ini bisa terjadi disaat kita ada masalah, ataupun sedang tertekan menghadapi sesuatu, sehingga keluarlah luapan emosi yang dinamakan kesurupan, dengan keluarnya emosi ini maka terjadilah yang namanya nangis bombay, Histeris dan lemas. kasian loh setan selalu disalahin kalau ada KESURUPAN -___-". dan ini hanya terjadi di indonesia yang mentalnya mungkin sudah bobrok. (kalau kata pak stainley "Untung Saya Bukan Orang Indonesia").

Oh iya, saya ingat waktu saya SMP, salah satu teman saya yang sangat baik , rajin mengerjakan PR, gak pernah bolos sekolah tapi ternyata TIDAK LULUS UJIAN. awalnya saat perpisahan kami tidak melihat dia berada bersama kami untuk merayakan, kemudian kami mendapat kabar bahwa dia malu karna tidak lulus ujian :( dan itu ujian kelulusan untuk lanjut ke SMA :(( berbeda banget dengan yang jarang ngerjain PR, suka bolos dan sering berbuat ONAR malah lulus ujian, yang saya tanyakan adalah konsep UJIAN NASIONAL itu apa? seseorang dinilai berhasil hanya pada saat ketika lulus ujian nasional. gara-gara nila setitik rusaklah susu sebelanga.

Menurut saya sistem pendidikan seperti ini harus segera dibenahi, jika tidak, akan seperti apa negara kita ini, terutama yang perlu dibangun adalah  mental dan karakter manusia yang ada di indonesia, oh iya, ngomong-ngomong soal mental saya ingin berbagi pengalaman juga mengenai mental yang harus dibangun sesudah lulus nanti, ada beberapa orang yang berfikiran

 "Ketika lulus sekolah, kamu harus jadi seorang pengusaha, jangan kerja sama orang lain.."

 menurut saya ini mengacu pada kemampuan individu masing-masing, ada yang mampu memimpin suatu kelompok dan ada yang tidak, jadi menurut saya tidak masalah jika setelah lulus nanti kita bekerja dengan orang lain, asalkan kita wajib memiliki mental wirausaha, mental ini yang perlu dibangun agar kedepannya menjadi pengusaha. Saya beri contoh sedikit, misalkan ketika kamu sudah bekerja pada suatu perusahaan cobalah anda berwirausaha kecil-kecilan setidaknya ini dapat mengisi tabungan anda, seperti jualan pulsa, bisnis baju dan lain-lain. Dulu waktu SD saya pernah jualan gambar tokoh kartun, menjual jasa gambar sampai temen-temen SD pada ngantri ketika pelajaran mulok/senirupa untuk minta saya menggambar di buku gambarnya, gak full sih, misalkan si teman udah bikin taman tapi ga bisa bikin kupu-kupu, nah aku yang bikin kupu-kupunya, harganya variasi 50-100 rupiah wahaha.. inget juga waktu SMP saya pernah jualan coklat dan MLM (berasa tukang kredit) tapi aneh, kok gak malu yah -__-" soalnya dulu yang kepikiran adalah untungnya itu haha, bisa nambah uang jajan. nah siapa tau dengan kita berjualan ternyata bisa lebih sukses daripada bekerja di perusahaan,   akhirnya kita bisa pilih mau fokus di wirausaha atau mau jadi pekerja. Saya mulai mengerti arti dari berwirausaha, bagaimana cara menghadapi klien dan lain-lain, perlu di ingat juga..
 "Suatu hal yang besar dimulai dari hal yang kecil"

 saya sangat setuju sekali dengan konsep pendidikan character bulding, dibandingkan dengan ujian nasional, kenapa sih para siswa khususnya tingkat akhir SMA/SMK tidak dididik saja karakternya biar ga jadi mental tempe setelah  mereka lulus, menurut saya ini lebih baik dibandingkan hanya mengerjakan soal-soal ujian yang mengharuskan kita lulus. ini seperti apa yang saya rasakan kemarin, saya lebih mendapatkan pengalaman menarik dan mengesankan setelah mengikuti kegiatan Outbond character building, dan akan ada sesuatu yang lebih diingat dan dijadikan pegangan dibandingkan Ujian Nasional, jadi ntar gak ada ujian nasional tapi Ujian Character building, oh iya, ini berbeda dengan ospek ya.. kalau ospek lebih mengutamakan senioritas dibandingkan motivasi hidup lebih baik.

Harapan saya kedepan khususnya untuk bangsa ini,, semoga ada yang berani mengubah konsep pendidikan di negara kita ini, kalau tidak ada yang bisa mengubahnya maka cepat atau lambat kita akan menjadi bangsa yang tertinggal, semoga pemerintah ataupun pejuang pendidikan nasional bisa membaca blog saya ini. saya adalah mantan siswa SMK yang pernah merasakan bagaimana rasanya di-didik oleh sistem yang ada seperti sekarang ini. (aduh kok jadi berorasi mirip-mirip demo gini -__-")

terima kasih buat yang udah nyimak... jangan lupa tinggalkan komentar :D


Tidak ada komentar:

Posting Komentar